SEMPURNA
Tiada Tuhan selain Allah yang menciptakan makhluknya dengan begitu rumit, tepat, berguna, sempurna. Semua objek yang melekat dalam tubuh ini memiliki fungsi yang terencana. Loyalitas sel-sel, organ-organ, jaringan-jaringan, sistem organ dalam memenuhi janji kampanyenya yaitu bekerja sesuai fungsinya merupakan ayat kauliah Allah SWT.
Nol koma satu (0,1) dari seribu per nol (1000/0)-tak terhingga- yang bisa diambil sebagai sampel dalam penjelasan begitu sempurnanya kita sebagai ciptaan-Nya yaitu proses hemostasis. Rangkaian terencana yang menjadi cara kerja sesuai Standart Operational Prosedure (SOP) menghasilkan hasil pengamatan yang disimpulkan begitu sempurnanya kita sebagai ciptaan-Nya yang terencana.
Penjelasan yang dengan keterbatasannya mengeluarkan teori yang disepakati bahwa proses hemostasis terjadi melalui proses yang teratur. Semua seperti mendadak terjadi dan tercipta seperti teori keliru yang disepakati oleh orang-orang keliru menciptakan teori ajaran keliru yaitu teori “The Big Bang”, yang menganggap alam semesta ini terjadi melalui ledakan maha dahsyat milyaran tahun lalu dan menghasilkan segala dari segala yang ada termasuk lalu lintas yang begitu sempurna sebagai lalu lintas rujukan yaitu lalu lintas alam semesta ini.
Dimulai dari terjadinya luka yang mengakibatkan sel endotel ‘bergerak’ ke bagian dalam pembuluh darah yang mengakibatkan pasukan tombosit menempel ke lekukan luka tersebut, proses menempelnya sel trombosit ke sel endotel terlaksana (adhesi), trombosit yang menempel tersebut menunaikan reaksi pelepasan untuk menarik kawan-kawannya sesama trombosit sehingga satu sama lain saling menempel (agregasi), hidayah Allah SWT yang menjelma sebagai 13 faktor pembekuan melengkapi secara sempurna proses ini yaitu untuk menguatkan ikatan dengan terbentuknya benang fibrin.
Urutan-urutan proses tersebut diatas bekerja menurut antriannya, tidak egois satu sama lain, hikmah sikap menghargai dapat kita gunting dari rajutan proses tersebut diatas.
Induk kesempurnaan yang tercipta oleh-Nya memercikan energi lain berupa ketentuan Allah SWT yang memfaktakan semua memiliki pasangannya. Telinga kanan-kiri, mata kanan-kiri, kejahatan-kebaikan, penyakit-obat nya yang secara sempurna telah diatur oleh-Nya tanpa sepengetahuan kita.
Sempurna sudah hidup ini, kata mengeluh dari mulut ini menandakan korelasi antar sel, organ, jaringan, sistem organ dari tubuhnya belum sempurna terbentuk atau terhambat oleh dosa-dosa yang menjelma sebagai inhibitor.
Salah satu kuantum kata dari banyaknya energi kata yang terbuat dari hasil kondisi frekuensi betha menghasilkan kuantum kata yang berbunyi “kesalahan sebagai fitrah manusia” dijadikan alibi kita untuk secara sadar mengulangi kesalahan yang telah dibuat.
Faktanya kebenaranlah sebagai fitrah manusia. Keadaan itu dialami ketika kita berhasil sempurna melewati alam kandungan. Maka kembalilah ke kebenaran itu. Ketahuilah caranya dengan memasuki agama islam secara kaffah sebagai agama yang sempurna yang menghasilkan penganut yang sempurna pula.

